Wanita Misterius
Kisah
ini dimulai dari persahaban 5 orang teman yang bekuliah di kampus yang sama. Awalnya,
tidak ada yang berbeda dari hal yang sudah biasa berlangsung dikalangan anak
kuliahan. Semua berjalan sangat normal,pergi ke kampus, belajar, makan-makan dan
langsung pulang. Hal seperti ini sudah sangat sering mereka alami dan
berkelanjutan sampai mereka naik ketingkat 6 ( semester 6). Saat hari terakhir
ujian mereka terbiasa pergi bersama untuk jalan-jalan ke mall atau pun ke
bioskop.
Singkat
cerita, mereka memutuskan untuk pergi ke salah salah satu mall di dekat kampus
mereka untuk membeli dvd bajakan yang harganya sangat terjangkau untuk kantong
mahasiswa. Sesampainya di mall, Saat kami memasuki tanggal mall, ada banyak
perbedaan dari mall tersebut. Mall terasa sangat ramai dengan orang-orang yang
berwajah serius dan seakan tak perduli dengan sekitarnya. Mall yang biasanya
besar dan sangat terang dengan lampu, seketika menjadi gelap dan mengerikan.
Mall yang biasanya sangat bersih dan dijaga oleh beberapa satpam, kini menjadi
sangat kotor dan tidak berpenjaga. Aku pun seketika kaget dan mengatajan bahwa
ada yang berbeda dari mall ini. Temanku yang benar-benar ingin membelinya
langsung mengelak. "jangan aneh-aneh deh, insyaallah gak ada apa-apa kok.".
Aku pun berusaha menghilangkan pikiran negatif ku akan tempat ini.
Akhrinya kami
memutuskan untuk tetap masuk kedalam dan membeli dvd yang kami inginkan.
Saat
aku memasuki mall itu, aku benar-benar merasakan hal yang berbeda. Aku mencoba
kembali mengatakan bahwa mall ini benar-benar berbeda, tapi teman2 ku tetap
saja mengabaikan dan pergi menuju tempat penjual dvd langganan kami. Meskipun
mall ini tampak berbeda, tetapi penataannya tetap sama.
Saat
kami berjalan menuju tempat langganan kami, tiba-tiba tempat itu kosong. Lalu
kami mengitari mall itu dan mencari tempat langganan kami, karena kita hanya
suka berbelanja ditempat itu. Selain murah, penjualnya juga sangat baik.
Setelah lelah mencari toko langganan kami, kami memutuskan untuk membeli di
toko lain.
Setiban ya
kamu di toko yang dijaga oleh seorang laki-laki yang terlihat kebapakaan dan
sangat baik. Kami langsung mulai melihat-lihat film yang ada di atas etalase.
Saat sedang memilih film, salah satu dari kami tertarik dengan film bergenre
horor. Dia sangat menyukai film-film yang bergenre horror apalagi horror dari
jepang.
Dia adalah tyas.
Tyas memilih film yang bergenre horror yang dia sukai. Dari covernya film ini
mirip seperti film sadako dari jepang. Lalu tyas sengaja menanyakan alur dari
film itu kepada sang penjual. Penjual itu menceritakan sinopsis dari fim
tersebut.
Film
itu menceritakan tetang seorang satpam yang sangat sabar mengurus seorang
wanita yang memiliki gangguan jiwa yang akut, tetapi masih bisa membalas
omongan orang-orang dengan benar.
Mendengar
sinopsis yang membuatnya tertarik, maka tyas pun membeli dvd itu.
Setelah
selesai membeli film yang diinginkan, kami pun keluar dari mall tersebut.
Sangan jelas dimataku bahwa tempat ini berubah dengan sangat cepat. bentuk luar
mall itu seketika berubah menjadi tempat penginapan yang sangat asri,
lingkungan sekitarnya pun terlihat begitu rapi dan nyaman. Tepat di sebrang
penginapan itu, ada halte busway yang terlihat sangat eklusif untuk para
penginap yang ingin menginap disana. Tangga dari halte itu langsung menyambung
pada tempat registrasi penginapan. Di depan tempat registrasi ada rumput dan
bebatuan yang menghampar di halaman penginapan. Tampak dari luar penginapan itu
seperti rumah zaman dahulu yang nyaman dan asri. Di depan rumah itu ada rak
sepatu yang digunakan untuk menaruh barang-barang bawaan yang dibawa oleh
tamu-tamu. Di depan rak sepatu ada teras sebesar 10 meter. Di teras itu ada
bangku dan meja yang tampak sudah tua tapi terkihat kokoh. Disebelah bangku,
ada pintu yang terbuat dari kayu jati yang berukiran sangat indah. Pintu itu
tidak pernah tertutup dan selalu terbuka.Didepan pintu registrasi ada tulisan
"menginap semalam gratis untuk para mahasiswa"
Melihat tulisan itu
temanku retni dan linda langsung mengatakan "bagaimana kalau kita menginap
semalam disini". Aku pun berkata, kamu yakin akan menginap di tempat ini?.
liza pun bilang " gratis ya? Boleh tuh kita coba, mumpung kita lagi
capek" tyas segera mengkonfirmasikan kepada bagian registrasi tentang
tulisan yang ada disana.
tyas : permisi
mas
Penjaga: ya dek
ada yang ingin adek tanyakan?
tyas: iya mas,
apa Tulisan itu benar (sambil menunjuk tulisan itu)
penjaga: iya dek
itu benar, ade tertarik untuk mencoba?
aku pun segera
bertanya:
Vany: kenapa
gratis pak? Memang ada promo apa?
Penjaga: dalam
rangka promosi aja dek.
Vany : kok harus
membawa-bawa nama mahasiswa?kenapa tidak semua orang saja di gratiskan?
Penjaga: saya
juga tidak tahu dek, mungkin karena mahasiswa bisa mempromosikan penginapan ini
kepada teman2 nya.
Vany :oh gitu
ya?
Aku segera
memberitahu info yang aku dapat kepad teman-temanku.
Setelah
berunding lama, kamu pun memutuskan untuk menginap sehari disana.
Sebelum kami
menginap disana kami pun meregustrasikan nama kamu dan mereka pun memberikan
kartu kepada kami. Kartu itu semacan kartu identitas tetapi terbentuk dari
kertas karton.
Saat
kami mulai memasuki penginapan tua itu, kami merasa semuanya terlihat normal
dan berjalan baik-baik saja. Sesampainya kami di teras depan, kami meletakkan
semua barang yang kami bawa di tempat yang seperti rak sepatu itu. Kami
meletakkannya barang-barang kami sesuai dengan peraturan yang ada di kartu yang
telah di berikan tadi. peraturan itu berbunyi:
"DILARANG
MEMBAWA BARANG BAWAAN KEDALAM PENGINAPAN SELAIN IZIN DARI PIHAK
REGISTRASI"
Akhirnya kami
hanya membawa hp dan dvd yang baru saja kita beli karena kita berharap didalam
kamar itu akan dvd player.
Sesaat
setelah meletakkan seluruh barang di rak depan teras, kami bergegas memasuki
pintu yang sudah terbuka itu. Saat memasuki pintu itu kami serentak menoleh ke
kanan, dan ternyata disana ada sesosok wanita berbaju putih nan indah duduk
bersandar di sofa yang terlihat sangat nyaman itu. Tidak ada fikiran negatif
dalam otak kami. Tiba-tiba saja wanita yang sedang duduk sendirian itu
memanggil kami.
Wanita
Misterius :
hai, kenalkan namaku shannin
Kami
: haii, shannin.Vany: kamu sudah lama menginap disini?
Wanita misterius :
sudah kok
Tyas :
penginapan ini bagus gak?
Wanita misterius :
bagus kok.
Liza :
memangnya penginapan ini milik siapa ya?
Wanita misterius :
kurang tau deh
Retno :
udah yuk, kita cari kamar kita.
Linda :
yukk, shan kita duluan yaa.
Wanita misterius :
iya duluan aja.
Sesampainya di
kamar,
Vany : eh kalian liat
si shannin tadi gak sih? Mukanya agak pucet and ngebales omongan kita juga
seadanya doang
Retno :
iya yah van, dia juga agak kaku gitu
Tyas :
iya juga yah, kok td ak gak engeh ya?
Liza :
udah, udah jangan suudzon dulu. Siapa tau fikiran kita salah.
Tiba-tiba ada
orang yang mengetuk pintu kamar kami
Tok, tok, tok....
Kami serentak
berteriak!!
Lalu suara dari
depan pintu seakan berbisik
"jangan
teriak-teriak ini shannin kok"
sekejap darah yang ada di
dalam tubuh kita seakan-akan menghilang dari peredarannya.
linda langsung
membuka pintu sambil gemetaran.
Wanita misterius :
kalian belum tidur?
Linda :
belum, kamu belum tidur?
Wanita misterius :
kalau jam segini, aku tidak bisa tidur (jam sudah menunjukan pukul 12:00)
apakah kalian mau menemaniku mengobrol di luar?
Linda :
hmn, boleh, tapi kita mau beres-beres dulu sebentar.
Wanita misterius :
baiklah, aku tunggu diluar ya kalau begitu.
Linda :
oke.
Linda pun
langsung menutup pintu dan memberitahu kami bahwa shannin meminta kita untuk
menemaninya ngobrol diluar.
Vany :
ih aku takut linn..
Retno &liza :
aku juga takutt
Tyas :
isshh udah...udah...jangan negative thinking melulu.
Vany :
yaudh kamu aja duluan yang temenin dia ngobrol.
Tyas :
yaudh aku temenin kasian dia, ayo lin temenin aku.
Olin :
ayoo
Saat tyas dan
linda keluar dari kamar, aku, retno dan liza berbincang-bincang.
Vany :
kamu berani gak no?
Retno :
enggak van
Liza :
udah...udah..bener kata tyas, jangan negative thingking melulu, ayo keluarr...
Akhirnya kami
bertiga pun pergi keluar menemui shannin, tyas dan linda.au duduk tepat di
depan shannin, tyas dan linda duduk berhadapan dengan retno dan zaza.
Saat kita sedang
mengobrol bersama, gerak gerik yang di tunjukan oleh shannin sangatlah aneh.
Seketika aku ingat film yang di beli oleh tyas.
Lalu aku
berpamitan untuk masuk kedalam kamar sebentar.
Ak bergegas
melihat ringkasan cerita dari film yang tyas beli.
Dalam ringkasan
film itu tertulis
"disuatu
rumah yang indah di jepang, hidup lah seorang wanita cantik yang tinggal dengan
keluarganya yang bisa dibilang termasuk orang yang berada. Wanita cantik ini
memiliki kekurangan. Dia tidak dapat bersosialisasi denga orang lain. Dia hanya
bisa berkomunikasi secara normal dengan satpam rumahnya. Orang tuanya
membawanya ke physkiater agar memeriksanya. Wanita cantik tetap saja tidak ada perubahan
walaupun sudah di periksa. Sampai saatnya tiba-tiba wanita itu membunuh satpam
yang menyayanginya dan kemudian membunuh dirinya sendiri. Sampai akhirnya
diapun gentayangan dirumah itu dan mati penasaran karena tidak memiliki teman.
Dan di jepanh, wanita itu akan mencari teman untuk mengobrol dan setalah itu
membunuh mereka agar mereka menjadi kekal seperti dirinya. Ciri wanita ini
adalah dia selalu duduj sendiri di sofa dab menegurmu terlebih dahulu"
sontak aku pun
kaget dan berusaha menghilangkan kepanikaan ku. Aku pun segera membawa semua
barang teman-teman ku dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Aku pun berusaha
mencari cara yang tidak membuat mereka panik untuk keluar dari penginapan itu.
Vany :guys,
muter-muter keluar yuukk...kayaknya enak deh..
Shannin :
jangan keluar tengah malam
Vany :
gak apa kok. Kita cuma mau liat2 penginapan ini, soalnya kita cuma dapet gratis
semalam , kalo kita lihat-lihat besok nanti kita diusir dari sini karena sudah
habis masa berlaku id kita yang hanya semalam ini
Shannin :
yasudah pergilah, tapi jangan terlalu jauh.Vany: iyaa, gak aka jauh kok shan.
Akhirnya kami
keluar dari penginapan itu dan saat kami berada di teras aku berteriak.
“AMBIL
BARANG-BARANG KALIAN DAN LARI SEJAUH MUNGKIN KITA BISA.”
Yang lain pun
langsung panik dan mengikuti perintah ku. Shanning yang sedang duduk disofa
seketika mengesot mengejar kami. Mukanya berubah menjadi sangat menyeramkan,
tubuhnya penuh dengan darah dan membawa pisau.
Aku pun
berteriak. “PERGI
KE TEMPAT REGISTRASI DAN KEMBALIKAN KARTU TADI UNTUK MENGHILANGKAN JEJAK KITA.”
Orang yang ada
di registrasi pun seketika berubah menjadi satpam yang berlumuran darah.
Aku bearteriak untuk yang
ketiga kalinya “LEMPARKAN
ID ITU KEARAH LOKET REGISTRASI DAN LARI KEARAH BUSWAY ITU.”
Wanita dan
satpam itu mengejar kami dan kamipun berlari lebih cepat dari pada mereka.
Akhirnya kami
pun sampai di busway.
Bersambung
Komentar
Posting Komentar